Pesisir barat( tempolampung.com)-tahun anggaran 2025 pemerintahan pekon(desa) way suluh kecamatan Krui selatan kabupaten pesisir barat Lampung menggar kan kegiatan ketahanan pangan BUMDES budi daya penggemukan ayam kampung dan pembangunan kandang.(29/06/2026)
Anggaran tersebut sangat lah pantastis yakni sebesar Rp 190.000.000 juta dengan pembelanjaan secara analisa tak masuk akal dan ada dugaan meraup anggaran.
Supriyanto selaku ketua bumdes maju bersama mengatakan",iya benar anggaran 190.000.000 itu habis gak ada sisa kami pakai untuk kegiatan bumdes ini seperti pembangun kandang ukuran 7×6 dinding kayu atap nya kita pakai seng pembelian jenset,mesin pencacah rumput,mesin penggiling jagung,kWh cctv pakan,berikut ayam nya pertama 5 book berisi satu book 100 yak ni 500 ekor itu mati semua terus kita pesan lagi 5 book 500 ekor yang hidup berkisaran 200 ekor lebih,"kata nya.
Selain pembelian bibit ayam kampung berumur kisaran di bawah satu Minggu dengan harga Rp 1.500.000perbook nya,"iya benar kalau di kali kan 10 book berarti duit nya 15.000.000 dengan 1000 ekor ayam kalau untuk lahan kita sewa berapa nya saya tidak bisa bilang karna saya lupa takut salah karna lahan tersebut kebetulan punya anak saya ,"tutup nya.
Saat di kompirmasi melalui whastsapp peratin alkhodri menjelas kan,"mengenai anggaran BUMDES maju bersama pekon way suluh memang benar 190.000.000 juta dan apa yang telah di jelas kan oleh ketua bumdes memang benar ada semua barang sudah saya lihat sendiri ada semua dan untuk harga bibit ayam kampung bukan 1.500.000 tapi 1.200.000 per book nya."kata nya.
Masih kata alkhodri,"Untuk lahan nya sendiri memang benar sewa tawaran dari anak nyaRp 5.000.000juta ditawar oleh mereka Rp3.500.000 juta jadi sewa lahan harga segitu yang sudah terbayar kan oleh mereka 3 tahun,"ungkap nya.
Alkhodri juga membantah pernyataan masyarakat alasan kenapa lahan lokasi tersebut sewa,"saya sudah sampai kan kepada masyarakat way suluh siapa yang punya lahan yang siapa di pakai untuk lokasi pembuat kandang sekaligus untuk budidaya nya bahkan dua bulan saya tunggu tidak ada jawab itu alasan kenapa lokasi itu kita sewa,"tutup nya.
Saat di kompirmasi warga masyarakat pekon way suluh siap memberikan lahan lokasi BUMDES kenapa mesti di sewa.
Mengutip dari pernyataan ketua bumdes dan peratin
n ada perbedaan pendapat,dugaan makr up anggaran makin jelas.(Red/Dodok)



Posting Komentar