Masyarakat mintak APH terkait audit anggaran dana BUMDES pekon waysuluh.

Pesisir barat-(tempolampung.com)- dengan menuwai penuh pertanyaan bagi masyarakat pekon waysuluh kecamatan Krui selatan kabupaten pesisir barat Lampung dengan ada nya perbedaan penjelasan realisasi nya dana BUMDES maju bersama tahun 2025.(07/07/2026)

Masyarakat pekon way suluh kini geram dengan penjelasan pembelanjaan atau realisasi nya dana BUMDES yang berbeda- beda.

Kini masyarakat pekon way suluh berharap melalui pemberitaan di media tempolampung.com agar APH terkait bisa meng audit dugaan realisasinya dana BUMDES yang begitu pantastis tak jelas.

Saat di kompirmasi Salah satu tokoh masyarakat way suluh mengatakan,"jadi begini saya jelas kan sedikit pada saat pembahasan terkait masalah dana BUMDES itu di balai pekon way suluh ini mereka menjelas kan bahwa harga bibit ayam kampung itu 18000per ekor nya kok saya baca berita nya kata ketua BUMDES 15000 per ekor ini kan jelas sudah menimbulkan pertanyaan,masalah sewa lahan pada saat itu mereka bilang 10 juta sementara kata peratin di pemberitaan itu 3.500.000 pertahun terbayar 3 tahun,di dalam pelaporan mereka upah tukang pembuatan kandang itu mencapai 20 juta an belum yang lain nya,"kata nya.


Masih kata tokoh masyarakat way suluh,"waktu pembahasan pertanggung jawaban anggaran dana BUMDES tahun 2025 kemaren saya hadir saat itu pak peratin sendiri yang bilang anggaran ketahanan pangan senilai 190,000.000 itu tidak ada pajak nya,aneh nya lagi dana sebesar itu habis tak tersisa maka dari itu saya selaku tokoh masyarakat berharap kepada APH terkait supaya di audit dugaan realisasi nya dana BUMDES maju bersama di pekon way suluh ini,"tutup nya.

Mengutip dari penjelasan salah satu tokoh masyarakat way suluh aparat penegak hukum atau pun inspektorat supaya meng audit dugaan mar,up anggaran dana BUMDES yang sangat pantastis sebesar 190.000.000 juta habis tak tersisa menyebab kan BUMDES mati suri.(Red/dodok)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama