Pesisir barat-(tempolampung.com)-dugaan realisasi anggaran BUMDES maju bersama pekon way suluh kecamatan Krui selatan kabupaten pesisir barat Lampung kini menjadi sorotan dinas pemberdayaan masyarakat pekon pesibar.(10/07/2026)
Berdasar kan inpestigasi ada dugaan Mark up realisasi nya ketahanan pangan,badan usaha milik desa( BUMDES) pekon way Suluh hal tersebut muncul nya perbedaan penjelasan saat di kompirmasi antara ketua bumdes,peratin,dan masyarakat yang ikut serta dalam pengelolaan.
Perbedaan tersebut seperti,harga ayam,ketua BUMDES menjelas kan Rp 15000 pe ekor,peratin menjelas kan Rp 12000 per ekor sementara tokoh masyarakat yang ikut hadir pemaparan realisasi anggar tersebut menjelas kan rp18000 per ekor nya.
Bukan hanya itu saja hal yang menguat kan dugaan lain nya dalam kegiatan BUMDES pembesaran ayam kampung ada pembelanjaan mesin pencacah rumput.
Dengan viral nya pemberitaan BUMDES pekon way suluh kini menjadi tanggapan serius oleh dinas PMP," kami dari dinas PMP menanggapi pemberitaan terkait dugaan Mark up anggaran BUMDES pekon way suluh dengan anggaran sebesar Rp 190.000.000 itu dan kami dalam waktu dekat ini akan turun lapangan bersama tim meng evaluasi dan menanggapi pemberitaan oleh rekan media,"kata wiike wijayanti,bidang lembaga kemasyarakatan ekonomi dan kerjasama pekon.
Masih kata wiike wijayanti,"kami sangat sayang kan kalau BUMDES di setiap pekon atau desa ini mandek karana sebenar nya BUMDES itu bertujuan untuk peningkatan ekonomi masyarakat di pekon membuka lapangan kerja tapi sejauh ini kami pantau kok mandek ada apa,?sementara disitu ada TA,dan pendamping desa,"tutup nya.
Dinas PMP juga akan meng audit realisasi anggaran pantastis BUMDES pekon way suluh.(red/dodok)

Posting Komentar